Kementan Turun ke Pasar, Harga Ayam dan Daging Sapi Tak Melebihi HAP di Surabaya
Surabaya - Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma Surabaya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan produk hewani di pasar tradisional guna memastikan stabilitas pasokan serta harga di masyarakat. Kegiatan pemantauan dilakukan di Pasar Wonokromo, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, Kamis (5/3/2026).
Di pasar tersebut tercatat terdapat tiga lapak penjual daging sapi, lima lapak penjual daging ayam, dan delapan pedagang telur. Secara umum, kondisi pasokan produk hewani terpantau cukup dan distribusi berjalan lancar sehingga harga relatif stabil di tingkat pedagang.
Kepala Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma Surabaya, Edy Budi Susila, mengatakan bahwa pemantauan ini bertujuan memastikan ketersediaan produk hewani sekaligus memonitor pergerakan harga di pasar.
“Pemantauan ini kami lakukan untuk memastikan pasokan produk hewani tetap aman serta harga di pasar tidak jauh dari Harga Acuan Pemerintah. Dari hasil pemantauan di Pasar Wonokromo, stok telur, daging ayam, dan daging sapi masih mencukupi dengan distribusi yang berjalan lancar,” ujar Edy.
Ia menambahkan bahwa stabilitas harga saat ini juga dipengaruhi oleh ketersediaan stok dari daerah pemasok serta kelancaran distribusi. Selain itu, pemerintah daerah melalui dinas peternakan dan Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan upaya pengendalian harga melalui kegiatan operasi pasar.
“Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan stok yang cukup serta distribusi yang lancar, masyarakat diharapkan tetap dapat mengakses produk hewani dengan harga yang wajar,” tambahnya.
Salah satu pedagang telur di Pasar Wonokromo, Rohmawati, mengatakan harga telur ayam ras saat ini berada di kisaran Rp32.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram. Harga tersebut sedikit di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) telur ayam ras yang berada di angka Rp30.000 per kilogram.
“Sekarang harga telur sekitar Rp32.000 per kilogram, sebelumnya Rp28.000. Kenaikan ini karena permintaan mulai meningkat, tetapi stok masih aman,” kata Rohmawati.
Ia menjelaskan bahwa pasokan telur ke lapaknya berasal dari Blitar dengan pengiriman rutin dua kali dalam seminggu. Hingga saat ini tidak ada kendala dalam distribusi sehingga ketersediaan telur tetap terjaga.
“Pasokan datang dari Blitar dua kali seminggu dan pengirimannya lancar. Persediaan di lapak saya sekitar lima peti dan masih cukup untuk memenuhi permintaan. Biasanya permintaan baru meningkat sekitar tujuh hari sebelum Idulfitri,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang daging sapi di pasar yang sama menyebutkan harga daging sapi saat ini sekitar Rp130.000 per kilogram untuk bagian tertentu. Harga tersebut masih sejalan dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang menetapkan kisaran Rp130.000 untuk daging sapi kaki depan dan Rp140.000 untuk bagian kaki belakang.
“Harga daging sapi saat ini sekitar Rp130.000 per kilogram dan masih stabil. Stok juga aman karena pasokan datang setiap hari dari RPH Kedurus,” kata salah satu pedagang.
Pedagang daging ayam bernama Rutmi juga menyampaikan bahwa harga ayam saat ini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Harga tersebut masih sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) untuk daging ayam ras di tingkat konsumen.
“Sekarang harga ayam sekitar Rp40.000 per kilogram dan masih stabil. Permintaan juga belum terlalu tinggi, biasanya meningkat sekitar lima hari menjelang Idulfitri,” ujar Rutmi.