Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementerian Pertanian melalui BBVF Pusvetma Gelar Temu Teknis Uji Profisiensi PMK Putaran II

13/02/2026 17:11:00 Admin Satker 42

Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma menyelenggarakan Temu Teknis Uji Profisiensi (UP) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Putaran II pada 12–13 Februari 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila, yang menegaskan peran strategis laboratorium dalam penguatan sistem diagnostik PMK nasional, dan di ikuti oleh 12 UPT lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2 upt lingkup Barantin dan 4 Dinas Provinsi.

Pelaksanaan temu teknis ini tidak terlepas dari posisi BBVF Pusvetma sebagai laboratorium rujukan PMK nasional di Indonesia. Uji profisiensi deteksi PMK merupakan bagian penting dari penjaminan mutu (quality assurance) laboratorium guna memastikan kompetensi teknis laboratorium jejaring dalam pelaksanaan pengujian dan diagnostik. Hasil uji profisiensi selanjutnya akan dievaluasi secara menyeluruh dan dijadikan dasar perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam pelaksanaan pengujian diagnostik PMK.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman peserta dalam membaca dan menginterpretasikan laporan hasil uji profisiensi, menjelaskan batasan penilaian kualitatif dan statistik, membahas temuan teknis pada putaran II, serta mendorong pemanfaatan hasil uji profisiensi sebagai bagian dari peningkatan mutu laboratorium.

Kepala BBVF Pusvetma, drh. Edy Budi Susila, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa uji profisiensi bukan sekadar evaluasi teknis, tetapi juga sarana pembelajaran bersama antar laboratorium. “Melalui temu teknis ini, kami berharap seluruh laboratorium jejaring memiliki pemahaman yang seragam dalam menilai hasil uji profisiensi sehingga kualitas diagnostik PMK dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil evaluasi uji profisiensi akan menjadi pijakan penting dalam penguatan sistem pengendalian PMK secara nasional. “Perbaikan berkelanjutan berbasis data uji profisiensi sangat penting agar surveilans dan pengendalian PMK di Indonesia dapat dilakukan secara lebih akurat, terukur, dan terpercaya,” tambahnya.

Melalui pertemuan ini diharapkan dapat diperoleh pemetaan tingkat kinerja laboratorium dalam pelaksanaan pengujian dan deteksi PMK, meningkatnya keseragaman metode dan keahlian teknis, serta tersusunnya tindak lanjut perbaikan dan pencegahan terhadap ketidaksesuaian hasil evaluasi. Selain itu, temu teknis ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama teknis antar jejaring laboratorium dalam mendukung surveilans dan pengendalian PMK yang lebih efektif dan berkelanjutan.