Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kampung Ternak Jadi Magnet PENAS XVII 2026, Hadirkan Layanan dan Inovasi Peternakan untuk Masyarakat

20/06/2026 07:53:00 Admin Satker 10

Gorontalo, 20 Juni 2026 – Kawasan Kampung Ternak menjadi salah satu destinasi unggulan dalam penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo. Beragam layanan kesehatan hewan, atraksi peternakan, serta inovasi teknologi dan hilirisasi produk peternakan ditampilkan sebagai sarana edukasi sekaligus wahana interaktif bagi masyarakat, peternak, penyuluh, dan peserta PENAS dari seluruh Indonesia.

Kegiatan di Kampung Ternak mendapat perhatian khusus dengan kunjungan para pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang meninjau secara langsung berbagai layanan, fasilitas, dan program unggulan yang diselenggarakan selama pelaksanaan PENAS XVII. Peninjauan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap upaya penguatan sektor peternakan melalui inovasi, pelayanan publik, dan peningkatan kualitas sumber daya peternakan nasional.

Salah satu layanan yang menjadi favorit pengunjung adalah vaksinasi rabies gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR). Layanan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan hewan, mencegah penyebaran rabies, serta melindungi masyarakat melalui pengendalian penyakit zoonosis. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran pemilik hewan peliharaan akan pentingnya vaksinasi secara rutin sebagai langkah preventif.

Selain layanan kesehatan hewan, Kampung Ternak menghadirkan area pacuan kuda yang menampilkan ketangkasan dan performa kuda lokal. Atraksi ini tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga memperkenalkan potensi pengembangan industri peternakan kuda dan olahraga berkuda sebagai bagian dari penguatan sektor peternakan nasional.

Kemeriahan Kampung Ternak semakin lengkap dengan penyelenggaraan kontes sapi yang menghadirkan ternak-ternak unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para peternak sekaligus media promosi untuk mendorong peningkatan mutu genetik ternak melalui pembibitan, pemeliharaan, dan manajemen peternakan yang berkualitas.

Di sisi lain, booth hilirisasi peternakan menampilkan berbagai inovasi pengolahan hasil ternak, penerapan teknologi peternakan, serta produk-produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing komoditas peternakan nasional. Melalui booth ini, pengunjung memperoleh wawasan mengenai pentingnya hilirisasi sebagai strategi untuk memperkuat rantai nilai, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

Dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Kampung Ternak, Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma bersama berbagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia turut berpartisipasi aktif menghadirkan layanan, edukasi, dan inovasi kepada masyarakat. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, responsif, dan bermanfaat bagi peternak serta masyarakat luas.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan inovasi teknologi, dan penguatan edukasi kepada masyarakat, Kampung Ternak pada PENAS XVII diharapkan menjadi media pembelajaran sekaligus inspirasi bagi pengembangan sektor peternakan Indonesia yang lebih maju, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya ketahanan serta swasembada pangan nasional.