Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Perkuat Pengendalian Rabies, Ditkeswan Gandeng BBVF Pusvetma Sediakan 50.000 Dosis Vaksin Neo Rabivet

03/09/2026 15:32:00 Admin Satker 19

Surabaya (3/9/26) – Komitmen pemerintah dalam memperkuat pengendalian dan pemberantasan rabies di Indonesia kembali ditegaskan melalui penandatanganan kontrak pembelian 50.000 dosis Vaksin Neo Rabivet antara Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian, dengan Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma.

Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan vaksin rabies dalam mendukung pelaksanaan program vaksinasi hewan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Rabies bukan sekadar persoalan kesehatan hewan. Penyakit yang bersifat zoonosis ini juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, pengendalian rabies membutuhkan langkah terpadu, mulai dari penguatan surveilans, edukasi masyarakat, pengendalian populasi hewan penular rabies, hingga pelaksanaan vaksinasi yang konsisten dan berkesinambungan.

Di tengah kebutuhan tersebut, Vaksin Neo Rabivet produksi BBVF Pusvetma menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan pemerintah terhadap ketersediaan vaksin rabies nasional.

Melalui kontrak pengadaan sebanyak 50.000 dosis ini, sinergi antara Direktorat Kesehatan Hewan dan BBVF Pusvetma tidak hanya berbicara mengenai pengadaan vaksin, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan yang lebih kuat bagi hewan sekaligus masyarakat.

Momentum ini semakin bermakna menjelang World Rabies Day yang diperingati setiap 28 September. Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa rabies merupakan penyakit yang dapat dicegah, namun membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Bagi BBVF Pusvetma, dukungan terhadap program pengendalian rabies menjadi bagian dari peran strategis dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan hewan nasional. Sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian di bidang veteriner farma, Pusvetma terus berkomitmen menghadirkan produk biologis veteriner yang berkualitas untuk mendukung program pemerintah.

“Pengadaan 50.000 dosis Vaksin Neo Rabivet ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah dalam memastikan kebutuhan vaksin rabies dapat terpenuhi. Ketersediaan vaksin menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat program pengendalian rabies secara berkelanjutan,” demikian semangat yang dibangun melalui kerja sama tersebut.

Ke depan, sinergi antara Ditkeswan dan BBVF Pusvetma diharapkan terus diperkuat untuk mendukung percepatan pengendalian dan pemberantasan rabies. Dengan ketersediaan vaksin yang memadai dan pelaksanaan vaksinasi yang konsisten, upaya mewujudkan Indonesia Bebas Rabies dapat terus didorong.

Rabies dapat dicegah. Vaksinasi adalah perlindungan. Bersama, kita lindungi hewan, lindungi masyarakat, dan wujudkan Indonesia Bebas Rabies.

#WorldRabiesDay #NeoRabivet #VaksinRabies #KesehatanHewan #Pusvetma #Ditkeswan #DitjenPKH #KementerianPertanian #IndonesiaBebasRabies