Pusvetma Tampilkan Hasil Riset pada KIVNAS XXI
Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma turut berpartisipasi aktif dalam Kongres Ilmiah Veteriner Nasional (KIVNAS) XXI yang diselenggarakan pada 14–15 Agustus 2026 di Grand Serpong Hotel Tangerang. Kegiatan ini menjadi forum bagi insan veteriner, akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, serta inovasi dalam mendukung kemajuan kesehatan hewan di Indonesia. Pertemuan tersebut dibuka oleh Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, M.Si, Ph.D yang menekankan pentingnya tema yang diusung dalam kegiatan ini untuk membuka wawasan insan veteriner menuju one health one welfare dan one future di Indonesia. Sambutan disampaikan oleh ketua PDHI yang diwakili sekjen PDHI drh. Andi Wijanarko, M.M.
Dalam forum tersebut, Pusvetma berkontribusi melalui sejumlah karya ilmiah yang mengangkat isu strategis kesehatan hewan. Salah satunya adalah penelitian “Monitoring Pasca Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Menggunakan Vaksin Aphthovet PUSVETMA” yang dipresentasikan oleh tim Pusvetma. Hasil monitoring menunjukkan bahwa vaksinasi dengan Aphthovet mampu merangsang pembentukan antibodi terhadap PMK, dengan respons serologis yang bervariasi antardaerah.
Selain itu, tim Pusvetma mempresentasikan penelitian mengenai imunogenisitas bulk kultur virus PMK pekat setelah penyimpanan selama dua tahun.
Di bidang penyakit hewan lainnya, tim Pusvetma juga mempresentasikan penelitian “Efektivitas Serum Konvalesen ASF (African Swine Fever) ‘SCoVet’ terhadap Kelangsungan Hidup Babi pada Beberapa Provinsi di Indonesia Tahun 2021–2024”
serta penelitian vaksin unggas tentang Pengkajian pembuatan vaksin kombinasi Avian Influenza HILOW dan ND-G7
Keikutsertaan Pusvetma dalam KIVNAS XXI menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi dan jejaring ilmiah dengan berbagai pihak di bidang veteriner. Melalui pengembangan dan diseminasi hasil riset, Pusvetma terus berkomitmen mendukung penyediaan produk biologik veteriner yang bermutu serta penguatan upaya pengendalian penyakit hewan strategis di Indonesia.